Sejak didirikan pada
tahun 2004, Program Studi Magister Ilmu Politik (MIP) Universitas Diponegoro
telah meluluskan 310 mahasiswa pascasarjana. Dalam ujian kali ini terasa ada
yang berbeda, dengan tampilnya Presiden Tunisia Dr. Moncef Marzuki, sebagai
salah seorang dari tiga penguji untuk mahasiswa MIP, Mohamed Ali Yousef. Ali membawa tesis
berjudul “Pengaruh Revolusi Tunisia Tahun 2011 pada Konsep Kebebasan dan Partisipasi
Politik di Kalangan Pemuda Arab: Komunitas Arab di Istanbul sebagai Model.”
Pengambilan judul ini dilatarbelakangi pergolakan politik dan perlawanan rakyat
Tunisia kepada Presiden Zine al-Abidin Ben Ali yang despotisme, diktatorisme,
koruptif, dan melakukan banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Revolusi tersebut dipicu
oleh aksi bakar diri pemuda Muhammad Bouzizi, sebagai ekspresi keputusasaannya
terhadap politik represi dan ketidakadilan rezim Ben Ali. Aksi bakar diri itu
membangkitkan spirit perlawanan rakyat Tunisia, dan berhasil menjungkalkan
otoritarianisme rezim Ben Ali yang telah berkuasa selama 20 tahun.
Ketua Prodi Magister Ilmu
Politik Undip, Dr. Laila Kholid Alfirdaus, yang juga menjadi penguji menuturkan
bahwa Ali Yousef merupakan mahasiswa Mesir yang tinggal di Turki. Ali adalah
peserta program Diponegoro Master Scholarships (DIMAS). Dijelaskan bahwa salah
satu pertimbangan responden yang diambil oleh Ali Yousef dalam tesisnya untuk
mengukur pengaruh Revolusi Tunisia terhadap konsep kebebasan di anggota
komunitas Arab Mesir di Istanbul, sedangkan kuesioner kedua mengukur sejauh
mana Revolusi Tunisia mempengaruhi konsep partisipasi politik di antara
komunitas Arab Mesir di Istanbul.”
#undip #undipsemarang #universitasdiponegoro
#diponegorouniversity #undipjaya #undipmaju #undipuniversitasriset #worldclassuniversity
#undipexcellent #umundip #undipinternasional #akucintaundip #undiphebat
0 komentar:
Posting Komentar