Dosen Undip bekerja sama
dengan mahasiswa Tim KKN Iptek Desa Binaan Undip (IDBU) membuat sebuah inovasi
dari olahan mangrove yang dijadikan sebagai handsanitizer dan desinfektan
untuk mendukung keputusan Kementerian Kesehatan RI No HK.
01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan
Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus
Disease 2019 (COVID-19). Produk tersebut berguna untuk mencegah penularan
COVID-19 terutama di tempat wisata. Salah satu sektor wisata yang terdampak
yaitu edu-ekowisata mangrove Dusun Tapak di Kelurahan Tugurejo.
Tim KKN IDBU yang
dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Sutrisno Anggoro, MS., Dr. Ir.Suryanti, M.Pi., dan
Oktavianto Eko Jati, S.Pi, M.Si. bersama sepuluh mahasiswa Universitas
Diponegoro (UNDIP) bekerja sama dengan tiga mitra yang ada di Dusun Tapak
Kelurahan Tugurejo. Ketiga mitra tersebut terdiri dari Putri Tirang,
Prenjak, dan Pokdarwis, yang merupakan unit pengembangan edu-ekowisata mangrove
Dusun Tapak. Putri Tirang berfokus dibidang produk olahan pangan dan non
pangan, Prenjak berfokus pada bidang konservasi ekosistem mangrove, serta
Pokdarwis berfokus pada pengelolaan wisata. Seluruh pihak secara
bersama-sama mengimplementasikan protokol kesehatan di edu-ekowisata mangrove
Dusun Tapak. Maka dari itu, Tim KKN IDBU mengembangkan potensi mangrove
didaerah tersebut untuk dijadikan disinfektan dan handsanitizer.
Berdasarkan penelitian,
mangrove spesies Avicennia marina merupakan tanaman yang memiliki
kandungan antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan antivirus. Kandungan senyawa
tersebut dapat ditemukan pada bagian daun dan dapat dimanfaatkan sebagai salah
satu formulasi dalam pembuatan disinfektan, serta handsanitizer. Inovasi ini
bertujuan untuk mempersiapkan objek wisata mangrove yang aman di tengah
merebaknya virus COVID-19 dan juga dapat berguna untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat. Sebagai upaya optimalisasi protokol kesehatan di
edu-ekowisata mangrove Dusun Tapak Tim Pengabdian Masyarakat IDBU juga
melakukan pengadaan wastafel injak yang dilengkapi dengan wetland serta poster
cuci tangan pakai sabun (CTPS), handsanitizer injak dan alat pengering tangan.
“KKN yang ada di Tugurejo
khususnya di Dusun Tapak, sangat sangat berkesan, karena setidaknya masyarakat
kami mendapatkan ilmu, mendapatkan pembelajaran, dari proses cara membuat
handsanitizer menurut takaran takarannya. dari masyarakat tidak tahu, pasti
yang mengetahui itu dari akademisi yang sudah melakukan uji lab untuk
mengetahui takaran takaran khususnya masyarakat mengucapkan banyak terimakasih.
Serta dengan adanya temen temen melakukan KKN disini sangat berkesan.” Terang
Eko. Harapannya dengan adanya program pengabdian ini dapat
memberikan solusi dari setiap permasalahan dan meningkatkan sinergitas serta
gerakan kolaboratif antara Tim Pengabdian Masyarakat IDBU dengan masyarakat
yang ada di Dusun Tapak, Kelurahan Tugurejo.
#UniversitasDiponegoro
#WorldClassUniversity
#Undip
#FPIKUndip
#UndipExcellent
#UndipUniversitasRiset
0 komentar:
Posting Komentar